GURU MIM BANARAN SAMBUNGMACAN

GURU MIM BANARAN SAMBUNGMACAN

siswa

siswa

.

Q.S. Ali Imran : 104

"DAN HENDAKLAH ADA DI ANTARA KAMU SEGOLONGAN UMAT YANG MENYERU KEPADA KEBAJIKAN, MENYURUH KEPADA YANG MA’RUF DAN MENCEGAH DARI YANG MUNKAR; MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG.” (Q.S. ALI IMRAN [3]: 104)

KH. AHMAD DAHLAN

"HIDUP-HIDUPILAH MUHAMMADIYAH DAN JANGAN MENCARI HIDUP DI MUHAMMADIYAH"

BERSYUKURLAH



Seorang pria mendatangi seorang Sufi yang diseganinya, “Sufi, saya bosan hidup. Rumah tangga berantakan. Usaha kacau. Saya ingin mati saja.”

Sang Sufi tersenyum, “Oh, kamu pasti sedang sakit, dan penyakitmu pasti bisa sembuh.”

“Tidak Sufi, tidak. Saya sudah tidak ingin hidup lagi, saya ingin mengakhiri hidup saya ini saja,” tolak pria itu.

“Baiklah kalau memang itu keinginanmu. Ambil racun ini. Minumlah setengah botol malam ini, sisanya besok sore jam 6. Jam 8 malamnya engkau akan mati dengan tenang.”

Pria itu bingung. Pikirnya setiap Sufi yang ia pernah datangi selalu memberikannya semangat hidup. Tapi yg ini sebaliknya dan justru menawarkan racun.

Sesampainya di rumah, ia minum setengah botol racun yang diberikan Sufi tadi. Ia memutuskan makan malam dengan keluarga di restoran mahal dan memesan makanan favoritnya yang sudah lama tidak pernah ia lakukan. Untuk meninggalkan kenangan manis, ia pun bersenda gurau dengan riang bersama keluarga yang diajaknya. Sebelum tidur pun, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu.”

Besok paginya dia bangun tidur, membuka jendela kamar dan melihat pemandangan di luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk jalan pagi.

Pulang ke rumah, istrinya masih tidur. Ia pun membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, dan satunya untuk istrinya.

Istrinya yang merasa aneh, kemudian terheran-heran dan bertanya, “Sayang, apa yg terjadi? Selama ini, mungkin aku ada salah ya. Maafkan aku ya sayang?”

Kemudian dirinya mengunjungi ke kantornya, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun sampai bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Ia menjadi lebih toleran, apresiatif terhadap pendapat yang berbeda. Ia seperti mulai menikmatinya.

Pulang sampai rumah jam 5 sore, ternyata istrinya telah menungguinya. Sang istri menciumnya, “Sayang, sekali lagi mohon maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu.” Demikian halnya dengan anak-anaknya yang berani bermanjaan kembali padanya.

Tiba-tiba, ia merasa hidup begitu indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan racun yang terlanjur sudah ia minum?

Bergegas ia mendatangi sang Sufi, dan bertanya cemas mengenai racun yang telah sebelumnya ia minum kemarin. Sang Sufi dengan enteng mengatakan, “Buang saja botol itu. Isinya hanyalah air biasa kok. Dan saya bersyukur bahwa ternyata kau sudah sembuh.”

“Bila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini. Maka leburkan “belenggu egomu”. Satu kata untukmu, “Bersyukurlah”. Karena itulah rahasia kehidupan sesungguhnya. Itulah kunci kebahagiaan, dan jalan menuju ketenangan
Percakapan Obrolan Berakhir

SEBUAH KISAH



SEBUAH KISAH

Ada seorang sahabat, Dia punya “kebiasaan” yg menurut saya agak langka.

Kalo beli sesuatu dari pedagang kecil, dia tidak mau menawar, malah seringkali kalau ada uang kembalian, selalu diberikan pada pedagangnya.

Pernah suatu saat saya ikut naik mobilnya, mampir di SPBU.
Dia berkata kpd Petugas SPBU : Tolong diisi Rp 95rb saja.

Sang Petugas merasa heran, dan bertanya: “tidak sekalian Rp 100rb saja pak ?”
“Gak apa2, isi saja Rp 95rb”, balas Hasan.

Selesai diisi bensin, Hasan memberikan uang Rp 100rb. Sang petugas pun memberikan uang kembalian 5rb.

Hasan berkata: “Gak usah, ambil saja kembaliannya.”
Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Ia pun berucap: “wahh,, Terima kasih Pak.." Senyumnya mengembang senang.

Saya tertegun dengan perilaku Hasan dan juga petugas tersebut.

Di dalam perjalanan, saya bertanya : “Sering melakukan hal seperti itu ?”

Hasan menjawab: “saya kan tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah.. Jadi saya Lakukan hal-hal kecil yang bisa saya lakukan, yg penting konsisten.

Rasanya saya tidak akan jatuh miskin jika setiap mengisi bensin bersedekah 5ribu kepada mereka. Uang 5ribu itupun tdk akan membuat dia kaya tapi yang jelas sedikit membuat hatinya bahagia.

Saya tertegun,, rupanya ini yg sering para 'bijak' sampaikan,, bahwa :

Hiduplah tiap hari seperti matematika:

1. Mengalikan (x) kegembiraan,

2. Mengurangi (-) kesedihan,

3. Menambahkan (+) semangat,

4. Membagi (÷) kebahagiaan,dan

5. Menquadratkan kasih sayang antar sesama.

Ternyata,
Bahagia itu Dekat...Senyum itu mendekatkan