"MAINKAN SAJA PERANMU,
TUGASMU HANYA TAAT KAN?!"
OLEH : SALIM A. FILLAH
Ketika ijazah S1 sudah di tangan,
teman temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga
malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi
masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan
yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki
anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya. Mainkan saja peranmu, tugasmu
hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh
bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu
sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai
kalian kembali. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu
untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan
tangis. Mainkan saja peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya
tetap berkualitas. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan
tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah
semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah. Mainkan
saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan
seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu
mana yang terbaik untukmu? Tetaplah berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya,
untuk bahagia buah cinta. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka
yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya langsung Allah beri anugerah
kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja
peranmu dengan sebaik sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam,
menengadah mesra bersamanya. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam
angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari
dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni
karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam yang menanti Hawa di sisi. Mainkan
saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin
mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini
membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan
saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu. Mainkan saja
peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah
Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke
padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah
penuh hikmah takdir manusia. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub
yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona,
menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga. Mainkan saja
peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah
lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah
cinta. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak
suka. Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap
bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat
kepada-Nya, dan karena-Nya.